Kala Michael Essien Memilih Nomor Punggung 5 di Persib

Kejutan besar karena nama Essien sendiri bukanlah nama biasa dalam olah raga olah kulit bundar ini. Pria yang sekarang berusia 33 tahun itu mempunyai prestasi cemerlang kala berlaga di Eropa. Saat merumput di klub Perancis, Olimpique Lyonnais tahun 2003 hingga 2005, Essien tampil gemilang bahkan sampai masuk dalam nominasi Player of The Year FIFA. Sesudah itu karir Essien benar-benar moncer setelah Chelsea memboyongnya ke Stamford Bridge. Tampil selama sekitar 9 tahun tersebut (2005-2014), Essien meraih trofi tertinggi klub di Eropa, Liga Champions bersama Chelsea pada tahun 2012 setelah mengalahkan Bayern Muenchen di final. Di klub berjuluk di Blues itu pula, pemain bernomor punggung 5 ini mampu meraih dua gelar premier league (2006 dan 2010) dan empat piala FA (2007, 2009, 2010 dan 2012). Michael Essien dijuluki Bison. Julukan Bison sendiri diberikan karena gaya bermain Essien dengan takling keras dan tenaga yang hampir tak terbatas, menyerupai gaya bermain Edgar Davids dan Claude Makalele, gelandang badak di masa lalu. Namun Sekarang, Bison yang ini hanyalah Bison tua yang tidak bertenaga lagi. Essien adalah pemain yang rentan cedera. Karena alasan itulah, Essien sering dipinjamkan Chelsea saat masih diikat kontrak oleh klub London itu. Tercatat, Real Madrid menjadi klub peminjam Essien pada tahun 2012-2013. Sesudah dipinjamkan, kontrak Essien tidak diperpanjang dan dilepas dengan status Free Transfer ke AC Milan. Masih terus bergelut dengan cedera, Essien lalu dilepas ke klub Yunani, Panathinaikos. Essien hanya bertahan satu tahun di Yunani. Pihak Panathinaikos sepertinya tidak sabar lagi dengan kondisi Essien yang tak sembuh-sembuh dari cedera tetapi mendapat bayaran tertinggi di Klub. Malahan pemutusan kerjasama ini menghasilkan masalah. “Dia datang ke sini, lalu pergi, dan melakukan pemerasan. Dari 45 laga, dia hanya bisa bermain sebanyak 17 laga ujar pengacara Panathanaikos, John Carmona. Pihak Essien sendiri mengatakan bahwa pemutusan kontrak itu merugikan dirinya dan akan menuntut ganti rugi sebesar 9,2 miliar. Bagaimana masalah ini akan berakhir? Biarlah pihak pengadilan yang memutuskan. Sekarang peraih 58 caps itu sudah berada di Indonesia, dan akan bermain membela Persib. Essien memilih nomor punggung 5, nomor punggung yang dipakainya dalam periode keemasan bersama Chelsea. Sebagai catatan, hanya di Chelsea dia memakai nomor punggung 5. Di Lyon bernomor 4,di AC Milan dan Real Madrid, Essien bernomor punggung 15. Apa artinya? Jika melihat dari pemilihan nomor yang identik itu, Essien dan Persib tentu berharap Essien dapat menorehkan prestasi gemilang dengan Persib seperti yang dilakukannya di Chelsea. Dua klub yang kebetulan sama-sama memiliki jersey berwarna biru. Persib memang sepertinya tak main-main dengan pembelian yang berlabel mahal ini. Diperkirakan nilai pembelian Essien ini mencapai dua kali lipat harga pasar pemain termahal Persib, Sergio Van Dijk. Van Dijk saja berharga 4,9 miliar rupiah, maka Essien diperkirakan bernilai 11 miliar. Harga yang tidak murah tentunya. Persoalan mendasar dari transfer mahal adalah tuntutan menghadirkan prestasi dan penampilan yang memikat yang juga cukup besar. Bobotoh pasti akan sakit hati, jika Essien tampil buruk apalagi jika Essien benar-benar tak bisa tampil maksimal karena masih menderita cedera. Persib dan Bobotoh sepertinya harus super sabar terhadap hal yang ini. Oleh karena itu, salah satu yang patut disyukuri adalah kehadiran Essien bisa menaikkan pamor Persib sekaligus liga 1 Indonesia nantinya. Sudah lama liga Indonesia tidak kedatangan pemain-pemain berlabel dunia seperti Michael Essien. Saya masih ingat saat kedatangan bintang Kamerun, Roger Milla dan Argentina, Mario Kempes pada tahun 1994 dan 1996. Nama-nama besar mereka membuat nama klub, Pelita Jaya dan Ligina terangkat pada waktu itu, walaupun akhirnya yang tersisa dan diingat dalam penampilan mereka adalah pergerakan pria gemuk dan lamban, di usia 40-an tahun. Berkaca pada klub-klub Eropa, bisa saja kehadiran Essien akan menaikkan pemasukkan dari penjualan Jersey, sesuatu yang lumayanlah untuk memasok kebutuhan operasional klub. Di sisi lain kehadiran Essien juga diharapkan memberikan dampak positif dari sisi edukasi gaya bermain dan sikap professional bagi pemain-pemain muda Persib. Persib adalah salah satu klub yang gencar melakukan pembinaan untuk pemain muda, salah satu hasilnya adalah Febri Haryadi. Tak perlu menunggu lama, Essien bisa diharapkan menjadi coach melalui sikap professional yang dapat dia tunjukkan di dalam dan di luar lapangan. Bisa saja, Essien bisa berbagi ilmu, sehingga gelandang-gelandang napas panjang Persib seperti Hariono, Dedi Kusnandar dan Kim Jefry juga bisa meningkat penampilannya. Akhirnya, Investasi bernomor punggung 5 ini adalah investasi yang mahal. Investasi yang rasanya terlalu riskan jika harapannya adalah prestasi. Tetapi jika cerdas dan dengan penanganan yang tepat, investasi mahal ini bisa saja menjadi investasi yang bernilai. Referensi :1I2 I 3

angelived.org www bola net Sumber: Kompasiana

Post Terkait