MotoGP Modifikasi Tikungan Terakhir Red Bull Ring (GP Austria 2016), Ini Alasannya!

MotoGP melakukan modifikasi tikungan terakhir Red Bull Ring di GP Austria 2016 akhir pekan ini. Keputusan mengubah lintasan ini diambil setelah muncul komplain dari beberapa pebalap terkait faktor keamanan. Bahkan Jorge Lorenzo sang juara bertahan menilai, jika tidak ada perubahan lintasan, ada peluang seorang pebalap menabrak dinding pembatas. Di MotoGP 2016, terjadi peristiwa yang memukul banyak pihak kala Luis Salom, pebalap Moto2 meninggal. Ia tak bisa mengelakkan diri dari kecelakaan di sesi latihan bebas GP Catalunya. Pasca kejadian tersebut, MotoGP langsung bertindak. Mereka mengubah ujung lintasan yang menjadi tempat Salom terkena musibah, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Kali ini, menjelang GP Austria 2016 sudah muncul suara-suara sumbang untuk lintasan di Red Bull Ring. Misalnya keluhan Jorge Lorenzo. Pebalap Movistar Yamaha ini menuturkan, “Pastinya trek ini bukanlah trek yang paling aman dalam kejuaraan (MotoGP 2016). Di sudut terakhir, di bagian exit, jika Anda meluncur dengan kecepatan tinggi, Anda bisa saja menabrak dinding.” Keluhan para pebalap ini membuat MotoGP bertindak juga. Mereka memilih tak mengambil risiko. Tikungan terakhir, turn 10 yang disebut Lorenzo, diubah bentuknya. Jika sudut tersebut awalnya merentang 13 meter, kini khusus untuk GP Austria pekan depan, sudut itu diperpendek jadi 10 meter. Dengan demikian, pebalap yang melintas akan mengurangi kecepatan exit, sehingga peluang menghantam dinding bakal sangat kecil. Tapi, tentu ada konsekuensi. Perubahan bentuk sirkuit akan membuat pebalap menempuh lap dengan waktu yang lebih lama. Sejauh ini dalam sesi tes, Andrea Iannone menjadi pebalap tercepat yang melintas perlap dengna waktu 1 menit 23,240 detik. Jadi, hampir mustahil ada yang bisa mengikuti catatan Iannone akhir pekan ini.

Sumber: Sidomi