Pelatih PBR: Babak Pertama Pemain Grogi

, Karawang – Pelatih Pelita Bandung Raya, Dejan Antonic, meluapkan kegembiraannya setelah timnya mengalahkan tuan rumah Persita Tangerang dan lolos ke babak delapan besar Liga Super Indonesia. Bepe dan kawan-kawan, ujar dia, memang telah berjuang keras serta bertanding dengan jujur dan bersih selama tampil di Grup Barat Liga Super. (Baca: Pelita Bandung Raya Maju ke Babak Delapan Besar) “Jalan yang kami lalui berat, tapi Tuhan tidak tidur. Yang kerja keras dan jujur pasti lolos ke babak delapan besar,” ujar Dejan seusai laga yang dimenangi timnya dengan skor 3-1 di Stadion Singa Perbangsa, Karawang, Jumat 5 September 2014. “Ini award besar buat pemain kami. I feel like a winner. Thanks God ,” tuturnya lagi sambil tertawa. Dejan menuturkan, sejak awal musim, dia berdoa agar dua tim asal Bandung, yakni Persib Bandung dan PBR, lolos ke babak delapan besar. Doa itu kini terkabul. “Semua orang Bandung akan senang. Kapan lagi dua tim satu kota masuk ke babak delapan besar. Terima kasih kepada semua.” Tentang jalannya laga petang tadi, Dejan mengakui bahwa anak-anak asuhnya sempat grogi sehingga gagal membuat gol pada babak pertama. “Terutama pemain muda, mereka nervous . Tidak seperti Bepe dan Musafri yang penuh pengalaman,” katanya. (Baca: Dijamu Persita, Bepe Cs. Bidik Tiga Poin) Namun, saat rehat jelang babak kedua, Dejan kembali memompa semangat Bepe dan kawan-kawan. “Di babak kedua, saya minta pemain semua lebih sabar dan menyerang dari kanan-kiri. Akhirnya, kami menang di babak kedua,” ujarnya. Di babak delapan besar nanti, Dejan memastikan Bepe dan kawan-kawan akan kembali berjuang keras dengan jujur dan fair play . Menang-kalah di babak itu sejatinya tak lagi terlalu penting. Yang penting, kelak para pemain PBR bisa belajar banyak dari tim-tim besar peserta babak delapan besar, seperti Persib, Persebaya, dan Mitra Kukar. Kesuksesan Bepe cs tersebut menghempaskan peluang Persija Jakarta ke babak delapan besar. ERICK P. HARDI

Sumber: Tempo.co

Post Terkait